|
|
Experience
|
|
Written by yhadee
|
|
Wednesday, 10 September 2008 |
|
Masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih berkecimpung didunia ke-pesantren-an, waktu itu kebetulan saya menjabat sebagi ketua dalam sebuah kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan, dalam kegiatan tersebut diikuti oleh para pelajar dari mulai SD, SMP, SMU dan juga umum, para panitianya sendiri terdiri dari para pelajar yang didukung oleh beberapa ustadz yang ada disana, materi pengajaran yang diterapkan waktu itu masih seputar tentang pendidikan akhlak, tauhid, mu'amalah dan ada juga materi pendidikan umum seperti retorika dakwah, bahasa inggris dan pengetahuan umum lainnya, satu hal yang membuat kegiatan pesantren ini menjadi lebih menarik dan berbeda dengan kegiatan pesantren kilat ditempat lain adalah adanya satu materi yang membahas tentang "dunia jin", materi ini diadakan karena kebetulan pimpinan pondok pesantren memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bangsa jin, sehingga materi yang satu ini menjadi daya penarik bagi para pelajar yang mengikuti kegiatan pesantren kilat tersebut, pembagian waktu kegiatan pesantren kilat dipisahkan dalam dua kelompok, untuk anak-anak SD dan setaranya ditentukan jadwalnya pada pagi hari sedangkan untuk para pelajar SMP, SMA dan umum jadwal kegiatannya setelah shalat dzuhur sampai menjelang maghrib, kegiatan pesantren kilat tersebut diselenggarakan beberapa minggu saja selama bulan ramadhan, dari hari pertama ramadhan sampai hari ke 20 bulan ramadhan.
Materi tentang dunia jin itu sendiri biasanya dijadwalkan pada hari-hari terakhir kegiatan pesantren kilat dan dipimpin sendiri oleh pimpinan pondok pesantren beserta santri pilihan yang dijadikan sebagai peraga serta dihadiri oleh beberapa jin muslim, percaya atau tidak, memang begitulah suasananya, ramai dan kadang membuat para santri jadi ketakutan, bukan maksud untuk menakut-nakuti para santri, namun dalam materi yang satu ini terdapat pesan religi yang cukup berharga sebagai bekal para santri dalam meyakini dan mendekatkan diri kepada keridhoan Allah serta amar ma'ruf nahi munkar.
|
|
Read more...
|
|
Words
|
|
Written by yhadee
|
|
Saturday, 06 September 2008 |
|
"Your comment is awaiting moderation..", pasti kamu sering baca pesan yang satu ini, pesan yang muncul setelah kamu memasukan sebuah komentar disebuah blog, "senang-kah kamu sa'at membaca pesan itu atau sebaliknya???, langsung tutup itu halaman blog karena komentar yang kamu masukkan tidak muncul dan harus disetujui dulu sama empunya blog", enegggg pasti!!!.
Sekarang memang jamannya demokrasi, negara sudah berdemokrasi, pemerintahan pun juga sudah berdemokrasi, rakyat bebas bersuara, boleh mengemukakan pendapat meski didepan gedung DPR sekalipun, tidak ada lagi sistem "culik belakang tampar dimuka" seperti jaman orde baru dulu, namun sayang, dalam ajang blog republik, sistem demokrasi belum sepenuhnya diterapkan, slogan tidak Langsung, Umum, tidak Bebas dan Rahasia masih banyak diterapkan, blogger tidak bisa langsung menyuarakan aspirasinya, blogger juga tidak bisa bebas berkreasi mengemukakan isi hatinya, harus menunggu karena suaranya mesti dipersetujui dahulu, seperti yang sering kamu alami tentunya. Mungkin ada baiknya juga sistem ini diterapkan pada blog republik dengan alasan untuk mencegah para netter radikal yang bisa saja mengungkapkan kalimat kotor, fitnah, mengadu domba dan kata-kata tertentu yang bisa membuat empunya blog jadi ^_^ "eneggg!!".
|
|
Read more...
|
|
|
Story
|
|
Written by yhadee
|
|
Wednesday, 03 September 2008 |
|
Bicara tentang blog dan blogger memang tidak ada hentinya, ibarat induk ayam yang menetaskan telur dan lahir generasi anak ayam selanjutnya, menular dan turun dari generasi ke generasi meskipun usia dunia per-blog-an belum setua usia kemerdeka'an, terhitung beberapa dekade yang lalu yang namanya blog belum sepopuler seperti sekarang, rantai penyebaran blog juga meluas dengan cara yang berbeda-beda, tau dari temen, sosialiasi lewat forum atau secara kebetulan tau sendiri lewat browsing google yang kebetulan muncul, fenomena dunia per-blog-an sendiri juga memberi kontribusi cukup besar dalam siklus media internet yang telah membuat para pebisnis server domain menjadi kaya, google menjadi makin populer dan keuangan para blogger sendiri harus selalu siap sedia untuk bayar ongkos nge-blog.
Banyak pengalaman pernah saya alami bersama para blogger nasional, senang dan ada juga yang menjengkelkan, kebanyakan dari mereka saya akui bisa menjadi teman untuk saling berbagi, tidak pandang ras dan juga tidak pandang kualitas alias menghargai apapun dan bagaimanapun wujud blognya, satu hal yang membuat suasana nge-blog berubah menjadi garing, bad-mood dan sangat menjengkelkan adalah ketika bertemu dengan "blogger arogan" alias "blogger angkuh", blogger yang terlalu selektif dengan statusnya, blogger yang terlalu pandang bulu "apapun bulunya", sejauh ini saya menemui tiga pejuang blog yang bisa saya kategorikan sebagai blogger arogan, tidak akan saya sebutkan namanya, namun yang jelas ketiga-tiganya itu berlabelkan .com, "ma'af ya buat yang punya domain .com, yang jelas bukan anda!!", mungkin karena alasan-alasan tertentu yang membuat mereka itu bersikap arogan, blognya udah cukup populer, pagerank-nya udah melambung tinggi dan juga penghasilan dari program apiliasinya udah melebihi gaji bulanan, kalllii!!..
|
|
Read more...
|
|
|
Event
|
|
Written by yhadee
|
|
Friday, 29 August 2008 |
|
Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu 'al-Rayan' yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa", ditanyakan (oleh pintu tersebut) : 'Di manakah orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut, setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya" (HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa'd).
Dalam hadis tersebut Nabi Saw menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah, atas keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa-dengan menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu dengan sekuat tenaga, maka Allah mengistimewakan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama "Al-Rayyan". Kata ini berasal dari bentuk infinitif al-ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah. Nama ini sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum dan dahaga inilah yang lebih dominan dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibanding rasa lapar. Zain Ibnu al-Munir mengatakan: "Rasulullah mengatakan pintu al-Rayyan ada 'di dalam surga' bukan mengatakan 'bagi surga/pintu surga', agar orang-orang merasa bahwa dalam pintu tersebut terdapat kenikmatan dan kenyamanan surgawi (kenikmatan di dalam kenikmatan). Maka hal ini akan menambah keinginan dan kerinduan kepadanya." Hadis di atas diriwayatkan juga oleh al-Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah, dari Sa' id Ibn Abdurrahman, dan yang lainnya dan dalam riwayat ini terdapat tambahan : "Barangsiapa yang memasukinya (memasuki pintu al-Rayyan), maka akan meminum darinya dan barangsiapa meminum darinya, maka tak akan dahaga selamanya". Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, Sang Pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa, juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis : "Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya". Pahala dan balasan Allah bagi orang-orang yang berpuasa adalah penuh, besar, dan tiada terhitung, ada pun masuknya orang-orang yang berpuasa melalui pintu al-Rayyan ini merupakan tambahan pahala dan penghormatan semata. Benar, surga mempunyai banyak pintu, di antaranya pintu bagi orang-orang yang taat menjalankan salat, pintu bagi orang-orang yang giat berjihad, pintu bagi orang-orang yang ikhlas berpuasa-yaitu al-Rayyan sebagaimana telah kita bicarakan, dan di antaranya ada pintu khusus bagi orang-orang yang suka bersedekah.
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 5 - 8 of 24 |