dee home project

Q.S. Luqman (7-8)
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih (7) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh keni'matan (8)
Home arrow Blog
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • green color
  • blue color
Blog


HP'ku Dirampas Bapak Askar PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Experience
Written by yhadee   
Thursday, 11 October 2007

 Pagi itu hari kamis... saya pergi ke masjid nabawi untuk pertama kali dengan naik taksi sendiri, senang rasanya bisa datang berkunjung ke rumah Rosulalloh yang jadi panutan dan junjungan alam semesta, niat dalam hati ingin shalat di masjid nabawi yang pahalanya cukup besar dibanding masjid lain sekaligus berziarah ke makam beliau yang ada disana.

Disepanjang jalan saya menoleh kiri kanan sambil bershalawat dan berharap masjid rosul itu segera nampak, setelah beberapa lama akhirnya saya sampai di perempatan lampu merah, berhenti sejenak dan bapak sopir bilang "haram" yang dia maksud "nabawi".

Saya bertanya dalam hati "ko! haram, ini kan madinah! bukannya nabawi!." maklum, saya baru pertama kali kesana. he, saya nggak bertanya ke bapak sopir tentang maksud haram itu, tapi seketika saya ingat bahwa yang dimaksud haram itu berarti "mulia".

Lampu merah kembali hijau dan mobil bergerak sejenak sambil berjalan perlahan diantara barisan mobil lainnya, lalu bapak sopir itu bilang "haram" lagi untuk kedua kalinya sambil menunjuk ke arah masjid nabawi yang sudah nampak dibalik bangunan tinggi disekitar masjid, hatiku berdebar seketika melihat wajah masjid nabawi yang indah berhiaskan menara yang menjulang tinggi. turun dari taxi dan ingin hati bergegas masuk ke masjid rosul yang megah itu, namun perut memaksaku berhenti sejenak untuk membeli sepotong makanan kecil sebagai pengganjal perut yang mulai berbunyi (bedug kali bunyi!).

Setelah lima menit, segera saya bergegas dan masuk ke tempat wudhu untuk membersihkan diri dan masuk ke masjid, sedang tas kutinggal dibawah tiang masjid bagian depan, kumasuk masjid sambil berdoa dan bershalawat untuk rosul, satu langkah, dua langkah dan beberapa puluhan langkah tak hentinya saya panjatkan doa dan sholawat sampai akhirnya saya sampai pada bagian depan masjid yang disana terdapat makam rosul dan dua sahabat serta raudah (taman surga) yang ada diantara mimbar dan makam beliau itu.

Dibelakang mimbar rosul, saya memulai dengan shalat tahiyatul masjid dan kemudian beranjak menuju makam rosul yang ramai dikerumuni para jema'ah, hati ikhlas meski harus berbaris antri dibelakang barisan panjang orang yang berziarah disana, setelah beberapa lama antri, akhirnya saya perlahan sampai di depan pintu makam beliau yang berhiaskan nama beliau berbalut warna emas dan dijaga oleh beberapa bapak askar yang berdiri kekar, hati makin berdebar melihat wajah makam beliau yang meski tampak sedikit gelap diantara celah pintu makam, kupanjatkan shalawat lagi untuk beliau dan dua sahabat (abu bakar dan umar) yang ada disamping beliau.

Hanya beberapa menit saya disitu dan harus bergerak maju bergantian dengan jemaah lain yang ada dibelakang, saya mencoba berbalik arah dan berdiri dibalik dinding masjid bagian depan searah dengan pintu makam beliau itu dan memanjatkan doa kearah kiblat masjid.

Beberapa doa habis sudah kubaca dan saya kembali ke tempat wudhu untuk membersihkan diri "udah batal", jarak antara tempat wudhu dan bagian depan masjid emang lumayan jauh, "euuu kurang lebih berapa ya! nggak saya hitung nih!" tapi dengan keikhlasan hati saya rela berjalan menyusuri sepanjang masjid meski hanya untuk mengambil wudhu, kaki lelah dan sedikit sakit tidaklah kurasa demi niat baik dan kecintaanku kepada beliau.

Sehabis wudhu saya kembali kedalam masjid dan berniat masuk ke raudah (taman surga) yang saat itu masih ditutup sebagai jatah kaum akhwat yang sedang berdoa di raudah, cukup lama saya berdiri menunggu diantara himpitan para jemaah dan akhirnya tirai penutup raudah dibuka beberapa saat menuju masuk waktu dzuhur... semua orang berlari dan berebut untuk bisa masuk dan duduk di area raudah yang beralaskan karpet berwarna hijau, sayapun ikut-ikutan berlari dan alhamdulillah dapat tempat yang cukup strategis disamping dinding rumah rosul yang juga dijaga oleh seorang cleaning service berbangsakan bangladesh "bukan amita bachan namanya!", strategis emang iya tapi saya duduk disamping anak kecil yang nggak tau dari bangsa mana dia, tadinya saya pengen berdoa khusyu disana, tapi anak kecil itu nggak henti-hentinya ngomong sama bapakya yang saya sendiri juga nggak tau dia ngomong apa! "bisa diem nggak sih!" eeh! dia nggak denger!, ya iya lah! orang saya ngomongnya dalam hati!.

Suara anak kecil itu emang menggangu banget! tapi saya coba mengalihkan perhatian untuk tetap khusyu berdoa, tapi tetap aja saya nggak bisa konsen, orang kaki si anak kecil itu membentur-bentur kaki saya, deuk! deuk! hei men! what are u doing?. cuma dalam hati juga!.

Setelah sholat dzuha dan beberapa doa kubaca, kembali perut bikin saya batal dan mengharuskan saya keluar dari area raudah yang cukup susah untuk bisa duduk disana "kalo bukan milik mah!", tadinya saya pengen duduk disana sampai menjelang sholat dzuhur dan berjamaah diarea itu, tapi da harus gimana? saya harus ngambil wudzu lagi, "jalan kaki lagi dech!".

Adzan dzuhur mulai berkumandang dan saya bergegas masuk lagi kemasjid yang sudah penuh dengan jamaah yang bersiap untuk shalat dzuhur berjamaah, saya hanya kebagian tempat dibawah payung masjid nabawi yang ada dibagian tengah masjid yang tak beratap, sedikit panas sih disitu tapi mau nyari tempat dimana lagi da emang disitu tempat paling depan yang tersisa, empat rakaat selesai sudah dan para jemaah bergerak pergi ke tujuannya masing-masing, ada yang keluar dan ada yang beranjak menuju makam rosul, saya sendiri bergerak kesana untuk kembali melihat makam sang rosul sebelum saya meninggalkan madinah!.

Kembali saya ngantri diantara para jamaah yang berbaris panjang untuk berziarah ke makam rosul, disini masalah mulai muncul, saya mencoba mengambil gambar objek-objek penting dalam masjid nabawi yang cukup berharga untuk saya simpan dalam memory ponsel yang saya bawa, raudah dan mimbar rosul saya photo meski tangan saya terhimpit punggung dan bahu para jamaah yang badannya besar-besar, ponsel tetap saya pegang dan saya berniat untuk mengambil gambar makam rosul yang dijaga ketat para bapak askar, heeu serem juga! tapi saya coba nekat dan mencoba mengambil photo bagian depan pintu makam rosul yang jaraknya kurang lebih dua meter diantara pagar pembatas untuk jamaah, perlahan saya bergerak maju mendekati pintu makam rosul dan ponsel tetap saya pegang di tangan sebelah kiri searah makam rosul, ponsel sudah siap untuk mengambil gambar dan tiba-tiba saja ada tangan yang merampas ponselku dari belakang, kaget juga saya saat itu dan ternyata yang ngambil ponselku itu bapak askar yang menjaga disisi dinding masjid bagian depan, dia langsung menarik tanganku dan menginterogasiku diantara kerumunan para jamaah dan dia bilang "inta indonisi?" tanpa huruf a' kalo orang arab ngomong!, saya cuma bisa bilang "ayoa! ana bas! euuu!" nggak bisa saya lanjutin, maklum saya belum tau banyak dengan bahasa arab, tapi lumayan juga saya bisa jawab pertanyaan dia dan untungnya bapak askar itu masih muda dan nggak galak-galak banget, dia nggak nanya banyak dan hanya beberapa menit lalu dia balikin tu ponsel, alhamdulilaah!, kalo aja ponselku sampe dia ambil, heeuh! nangis deh saya!, nggak denx!.

Selesai sudah masalah yang satu itu dan saya memutuskan untuk pulang meninggalkan masjid nabawi, masalah baru muncul lagi saat saya keluar dari pintu masjid, "sandalku jauh nih!" sandal kutaruh dibagian depan pintu utama masjid nabawi yang jaraknya lumayan jauh dan harus memutari masjid dibawah teriknya panas matahari, pertama memang berjalan nyaman meski tidak memakai sandal coz halaman masjid berlantaikan marmer yang tetap dingin meski dipanggang dibawah panas matahari berjam-jam, tapi tidak semua lantai masjid itu berlapiskan marmer, ada bagian area halaman masjid yang hanya berlapiskan semen hitam yang panas banget apalagi saat terik matahari, satu, dua langkah saya masih kuat berjalan diatas lantai berlapis semen yang panas itu tanpa sandal, tapi langkah ketiga, keempat, kaki saya mulai terbakar dan nggak kuat lagi menahan panasnya lantai semen itu, saya coba berlari diantara para jemaah yang nyantai-nyantai aja tuh berlalu lalang disekeliling halaman masjid "ya iya lah! mereka mah pake sandal!" sambil berlari saya beristighfar "astaghfirullaahal adhiiim, saya punya dosa apa yach!", saya terus berlari sambil terus membaca istighfar dan alhamdulillah pertolongan Alloh datang dengan perantara seorang bapak askar yang mengendarai mobil kecil penyapu lantai halaman masjid, lalu dia memanggilku "yaa sayid!" heeu... dia manggil saya tuan!, dia mendekat dan memberiku sepasang sandal jepit baru yang masih dibungkus plastik, tanpa bertanya dulu saya langsung ambil tu sandal jepit dan langsung saya pake... dia langsung pergi dan saya hanya bisa bilang "syukron! pak askar" mudah-mudahan Alloh membalas kebaikan bapak yach!.

Sambil berjalan lega saya mengucap syukur "alhamdulilaahi robbil'aalamiin" puji syukur kehadirat Alloh yang telah nyata memberiku pertolongan, sampai akhirnya saya temukan kembali sandal yang saya simpan dibagian depan pintu utama masjid nabawi dan kemudian saya pulang meninggalkan madinah.

Uudah deh ceritanya!.

"Bilakah datangnya pertolongan Alloh?, ingatlah, sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat."(QS.Al-Baqarah:214).

 
Delicious
Furl it!
Spurl
NewsVine
Reddit
YahooMyWeb
Technorati
Pengen Pergi Haji PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Experience
Written by yhadee   
Wednesday, 10 October 2007

 Islam berdiri diatas lima pilar berharga, syahadat sebagai bukti kesaksian diri kepada Alloh dan utusannya, shalat sebagai pengikat hubungan manusia dengan sang Rabb, puasa sebagai pengorbanan cinta kepada sang pencipta, kemudian zakat sebagai ungkapan syukur atas karunia yang tuhan berikan dan terakhir haji sebagai pengingat manusia akan akherat yang Alloh janjikan. kesemuanya itu harus terpenuhi jika kita menginginkan kesempurna'an diri sebagai seorang muslim sejati, shalat saja tidak cukup jika kita tidak bisa menahan diri dan nafsu dan hasrat dunia yang dibentengi dengan nilai puasa, kita juga masih disebut manusia yang mendustakan agama, jika kelebihan harta yang kita miliki tidak kita karuniakan kepada kaum lemah yang tak berdaya, lalu bagaimana halnya dengan ibadah haji!, haruskah kita memaksakan diri untuk melakukan kewajiban terakhir yang Alloh perintahkan ini, jawabanya sudah tertulis dalam catatan firman-Nya.

Alloh maha pemurah dan paling bijak dalam menentukan sebuah keputusan, Alloh berfirman "Haji diwajibkan untuk orang yang mampu.", kenapa tidak menyebutkan "Haji diwajibkan untuk orang yang kaya.". Kaya tidak menjamin seseorang mampu untuk menunaikan ibadah haji dan sebaliknya, miskin bukan berarti dia tidak diberi kemampuan untuk bisa pergi menuju baitullah untuk berhaji. Banyak orang kaya yang cukup bekal untuk pergi berhaji, tapi Alloh tidak memberikan dia kemampuan dan keikhlasan hati untuk menggunakan harta mereka untuk bekal haji, dan sebaliknya Alloh mentakdirkan seseorang sampai ke padang arafah untuk berhaji meski dia tak punya bekal harta.

Imam Ghazali berkata "Ketahuilah bahwa panggilan haji adalah kepahaman, yakni tentang kedudukan haji dalam agama, kemudian kerinduan kepadanya, kemudian ber-azzam (keinginan yang kuat) untuk melakukannya, kemudian memutuskan berbagai halangannya, kemudian memiliki pakaian ihrom, kemudian mempersiapkan bekal dan kendara'an, kemudian berangkat dan menyempurnakan berbagai amalannya".

Saya pengen pergi haji... kerinduan itu datang seketika pada sa'at yang tidak pernah saya duga, tiba-tiba saja keinginan itu hadir dan dengan cepatnya pilihan hidup ini saya ambil demi menyempurnakan agama yang belum semuanya saya penuhi, kutinggalkan keluarga yang kucinta, kutinggalkan pekerjaan yang kupunya dan kutinggalkan semua orang yang setiap sa'at selalu ada.

Saya memang dilahirkan dari keluarga sederhana dan hanya karunia iman dalam hati yang saya punya, saya tidak pernah bermimpi tuk dapat banyak harta lalu berkata "Kalo nanti saya punya banyak harta, saya mau pergi haji...", lalu seandainya kelak saya punya banyak harta, apakah saya masih ingat janji yang dulu saya ucapkan untuk pergi haji... mungkin jawabanya "Nanti aja kalau ada harta lebih!.", lalu sampai kapan saya menunggu sa'atnya untuk pergi haji!.

Alloh maha tau dan takdir setiap orang memang sudah tertulis pasti, Alloh maha benar dan saya percaya janji-Nya tidak akan pernah ingkar. kudengar kata "Tidak ada pahala untuk haji mabrur kecuali surga." Mungkinkah saya bisa pergi haji dengan sisa usia yang saya punya dan mendapatkan surga yang Alloh janjikan itu.

Wallohu a'lam bissowab...

 
Delicious
Furl it!
Spurl
NewsVine
Reddit
YahooMyWeb
Technorati
Dosaku Banyak PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Words
Written by yhadee   
Monday, 08 October 2007

 Waktu aku lahir tidak ada setitik dosapun yang aku bawa, saat aku lahir belum ada satupun kesalahan yang pernah kubuat, laksana kain putih yang suci tak bernoda, hanya tangisan dan darah ibuku yang menyelimuti seluruh tubuhku, hanya jeritan dan gerakan tangan dan kaki diatas pangkuan lembut ibuku... mata belum sempurna untuk memandang, mulut belum kuasa untuk berucap dan telinga hanya sedikit yang bisa kudengar... hanya jeritan tangis yang bisa kuucap disa'at perut sedang lapar, hanya jeritan tangis yang bisa kuucap disa'at haus dan menginginkan air susu dari ibuku.

Hari demi hari tubuhku mulai berkembang, mulutku mulai berucap kata demi kata, mataku mulai bisa memandang wajah ibuku dan telingaku mulai bisa mendengar ucapan kasih sayang ibuku, tangan mulai belajar untuk memegang dan kaki mulai memaksa diri untuk tegak berdiri.

Hari berjalan tanpa henti, bulan kulewati dengan berjalan dan tahun membuatku semakin besar dan tumbuh dewasa... setitik dosa mulai menoda'i jiwa dan hatiku yang dulu suci, satu demi satu kesalahan kubuat tanpa sadar hal itu mesti kujauhi... dosaku semakin bertambah waktu demi waktu, kesalahanku semakin banyak yang kubuat... dosa pada tuhan yang telah menghidupkanku, dosa pada ibu yang telah melahirkanku dan dosa pada semua yang pernah kusakiti.

Banyak perintah tuhan yang tidak kuturuti dan banyak pula larangan tuhan yang justru kunikmati, sadar ataupun tanpa sadar semua itu terjadi, melalaikan sholat, melihat sesuatu yang mestinya tidak boleh kulihat, membantah perintah ibu yang membesarkanku, berkata kotor yang menyakiti orang lain dan banyak kesalahan lain yang tak terhitung jumlahnya.

Usiaku semakin bertambah dan kematianku semakin dekat pula, tapi mengapa aku tidak mampu memanfa'atkan sisa usia yang tuhan berikan ini, sulit rasanya menjaga diri dari kesalahan dan dosa, hati menyesal sa'at kesalahan kubuat, namun kenapa kesalahan itu kuulangi kembali dengan penyesalan yang sama.

Kebaikan coba kulakukan untuk menghindari diri dari dosa... sholat, puasa, membaca qur'an dan kebaikan lain yang mungkin tidak sebanding dengan kesalahan dan dosa yang pernah kubuat... satu ketika imanku bertambah dan menyesali semua dosa dan satu ketika pula imanku menipis dan terasuk nafsu setan yang tak mampu kuhindari.

Tuhan menciptakanku dari seorang ibu yang muslimah, ta'at beribadah dan penuh kasih sayang pada keluarga, ingin rasanya kujejaki teladan dari pribadi ibuku, ingin rasanya kubaktikan sisa usiaku untuknya... ingin rasanya kugapai ridho tuhan dan surga di akhirat kelak bersama ibu dan keluarga tercinta... ingin rasanya kusempurnakan agamaku dengan sisa usia yang tuhan berikan padaku, kesaksianku, sholatku, puasaku, zakatku dan hajiku sebagai penutup segala urusan duniaku untuk matiku, ya tuhan!. ampunilah semua dosa-dosaku...

"Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kamu kepada tuhanmu dengan hati puas dan diridhai-Nya, maka masukalah ke dalam golongan hamba hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku", (Q.S. Al-Fajr, 27-30).

 
Delicious
Furl it!
Spurl
NewsVine
Reddit
YahooMyWeb
Technorati
Yhadee, Ka'bah dan Raudah PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Experience
Written by yhadee   
Sunday, 07 October 2007

 Waktu demi waktu ku jalani masa dalam penjara rindu, hari demi hari kunikmati ruang hampa tanpa cinta menemani, masa demi masa kan kutempuhi meski hati terbelenggu laksana bernafas tanpa udara… namun, itu semua tidak akan bisa menghalangi langkah dan asa tuk gapai ridho dan surga Alloh yang jauh disana.

Hanya kata yang dapat kuungkap dari satu lubuk hati yang tulus tuk tetap menjaga keutuhan sebuah niat mulia, berjuta rintangan selalu datang dimana jiwa terasuk emosi tak terhingga… namun, satu keimanan yang tertanam dalam nurani tuk selalu tegar dalam menerima semua kuasa Alloh yang ditakdirkan... Sa'at malam datang, hati berharap pagi kan segera menjelang… Sa’at pagi hilang, kadang hati mengeluh dan bertanya “Akankah kutemui kembali masa indah dulu yang pernah hilang?”… Hari yang lelah membuat semua rasa tiada warna dan malam yang letih membuat hari seakan tak bertepi… Angan terbang menembus dinding ruang membawa hati melayang menerjang awan tak tentu arah… namun, mimpi indah laksana embun pagi yang jatuh menimpa dasar hati, menyapu semua kesah yang melekat dan menghantui diri.

Satu impian bahagia dalam ridho Alloh yang ingin digapai dengan semua pengorbanan jiwa, masa dan raga, satu kehidupan abadi dalam syurga nan indah berhiaskan permata beralaskan permadani nan sejuk dipandang mata… Semoga Alloh menuliskan kuasanya seraya mengutus syurga itu tuk menjemputku diakhir masa.

Ka’bah yang mulia… dengan izin Alloh aku telah sampai dan bersujud dihadapannya, bukan suatu kebetulan semua itu tercipta, tapi aku yakin takdir ini telah tertulis jauh sebelum aku dilahirkan ke muka dunia.

Bersujud, memuja dan berdo’a dihadapannya, serasa bermanja dalam pelukan Ilaahi… setetes air mata tak terasa mengalir dan jatuh ke hamparan lantai marmer putih nan suci disekeliling Ka’bah… Hilang semua nafsu dunia yang melekat dalam jiwa, hanya satu harapan akhir nan bahagia dalam syurga bermandikan cahaya berteduh dalam naungan wajah Ilaahi yang maha Kaya lagi maha Perkasa.

Raudah’ yang indah dibawah atap Nabawi yang suci... bersimpuh sejenak disana serasa bercengkrama dalam taman syurga, wangi aroma jasad sang Rosul menembus menyejukkan kalbu, bershalawat, berdo’a dan memohon pada Alloh serta syafa’at agung di akherat kelak... Beranjak melangkah dihadapan bumi sang Rosul yang tegak perkasa serasa bertamu ke istana sang raja yang berdiri diantara dua sahabat yang setia dan gagah berani, andai saja aku bisa berjabat tangan dengan beliau, waaah! Alangkah indahnya... Aku iri pada Abu Bakar Siddik, aku iri pada Umar bin Khotob... andai saja aku hidup seperti mereka, berjuang, mengabdi dan berbakti pada sang Rosul... membangun Islam menegakkan Tauhid, membela dan menjaga dimanapun Rosul ada.... Yaa Alloh! Sampaikan salamku untuk beliau dan pertemukan aku dengan beliau meski hanya dalam mimpi.

 
Delicious
Furl it!
Spurl
NewsVine
Reddit
YahooMyWeb
Technorati
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 21 - 24 of 24

Latest Comments

Dee Home Reader

Tags Content

alhamdulillah   arafah   bahasa   blogger   database   ibadah   jama39ah   jamarat   kesehatan   manusia   masjid   masjidil   program   server   shalat   tersebut   webmail   website  

Site Advertises


KapanLagi.com Trailer


Shoutbox