|
|
Story
|
|
Written by yhadee
|
|
Sunday, 05 October 2008 |
|
Dikisahkan disebuah zaman entah-berantah, ada seorang perempuan yang bosan dengan penampilannya, menginginkan dirinya terlihat lebih cantik dan membuat laki-laki terkagum padanya, merasa ada sesuatu yang kurang menarik dari wajahnya dan suatu ketika dia bertanya kepada ibunya "Ibu, bolehkan saya mencukur alis dan menggantinya?", ibu menjawab "Jangan nak!, karena itu dilarang tuhan..", dia tetap membantah dan berkata "Kenapa ibu? kan biar terlihat lebih cantik!!" kemudian ibu menjawab "Tidak boleh nak!, itu dilaknat!!", namun si perempuan itu tetap memaksa dan tidak menuruti apa yang dipesankan ibunya kemudian mencukurnya dan menggantinya dengan alis buatan.
Perkata'an sang ibu menjadi sebuah kenyata'an dan menjadi mimpi buruk bagi anak perempuannya itu, suatu ketika dia menghadapkan wajahnya pada sebuah cermin dan tiba-tiba saja dia merasa ketakutan karena sa'at melihat alisnya tampak kerumunan ulat yang menyerupai belatung bergeliat, namun sa'at dia mencoba menyentuh alisnya, hanya terasa sebuah ukiran tinta saja yang dia buat sendiri, begitupun seterusnya, setiap kali dia bercermin, ulat dan belatung itu selalu tampak dan semakin membuatnya ketakutan, mendatangkan mimpi buruk sa'at tidur, badan menjadi kurus karena selalu dihantui perasa'an takut melihat dirinya sendiri, hingga akhirnya si perempuan itu meninggal dalam keada'an takut dan diselimuti keburukan. "Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla" (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu) Hanya sebuah kisah singkat yang bisa diambil pelajaran khususnya bagi anda kaum perempuan, bahwasanya kecantikan adalah anugerah Allah yang patut disyukuri dan kekurangan juga adalah kodrat manusia sebagai makhluk Allah yang jauh dari kesempurna'an.
|
|
Experience
|
|
Written by yhadee
|
|
Monday, 29 September 2008 |
|
Kamis, 25 September 2008 sebagai minggu terakhir bulan suci ramadhan yang untuk saya pribadi adalah kesempatan terakhir untuk bisa menebus kesalahan dan sekaligus memenuhi janji saya untuk kembali mengunjungi Baitullah-Haram di kota Mekkah, berangkat dari jazirah kota Madinah selepas shalat dzuhur beserta rombongan, 70 orang kurang lebih berkendara dalam sebuah bus besar berlabelkan "Al-Firas", alhamdulillah perjalanan berlangsung lancar dan tidak ada masalah, hanya berselang lima jam kami telah sampai disana selepas shalat maghrib, "SubhanAllah" masjidil haram sudah cukup padat dan jama'ah terus menerus berdatangan dari sana sini, saya hanya menjadi 0,00000 persen saja dari banyaknya jumlah jama'ah yang ada, tapi "Alhamdulillah" dari sekian banyaknya manusia yang hadir, saya menjadi bagian dari mereka dan termasuk dari tamu undangan Baitullah yang bisa hadir.
NO PLACE EMPTY, "Harrik ya Hajj", begitulah teriakan para sekuriti masjid kepada jama'ah yang menghalangi jalur lalu lintas para jama'ah diarea masjidil haram, yang artinya kurang lebih "Minggir ya Akang" kalau arti dalam bahasa sunda-nya, karena begitu banyaknya manusia yang datang, saya sendiri hampir tidak kebagian tempat duduk alias barisan shalat meskipun diluar halaman masjid, "diusir lagi-diusir lagi", karena tidak boleh duduk dijalur lalu lintas para jama'ah, terlihat juga beberapa para jama'ah saling beradu emosi dengan para sekuriti, saling memaksa keinginan masing-masing, jama'ah menginginkan untuk menempati barisan namun para sekuriti juga memaksa para jama'ah untuk tidak menghalangi jalannya para jama'ah yang lain, lalu "siapa yang salah?". BEREBUT AIR ZAM-ZAM, sebelum adzan shalat isya berkumandang, saya bergegas mencari tanki air zam-zam yang saya fikir bisa saya dapat dengan mudah, tapi ternyata bernasib sama seperti halnya susahnya mendapat tempat duduk, berdesak-desakan seperti sedang berebut sembako, ada juga yang bertengkar karena kelama'an dan terlalu banyak menciduk air dalam jirigen besar berkapasitas 5 liter-an, saya hanya bisa mengelus dada dan berucap "La hawla walaquwata illa billah". TARAWIH BERSAMA KA'BAH, inilah pertama kalinya saya bisa melaksanakan shalat tarawih berjama'ah di masjidil haram, sebuah harapan yang telah lama saya inginkan untuk bisa merasakan shalat berjama'ah tarawih disana, meskipun haus belum mendapatkan air zam-zam yang tadi sempat ngantri, namun tidak menghalangi niat saya untuk tetap mrengikuti shalat tarawih berjama'ah, selepas shalat tarawih, saya kembali bergegas menuju tanki air zam-zam yang tadi dipadati jama'ah dan alhamdulillah sa'at itu suasana tanki air zam-zam lebih lengang dan saya bisa mendapatkan sebotol air zam-zam.
|
|
Read more...
|
|
|
Event
|
|
Written by yhadee
|
|
Monday, 22 September 2008 |
|
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلامٌ هِيَ حَتَّىمَطْلَعِ الْفَجْرِ “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5) Alangkah agungnya (kedudukan) malam tersebut dibandingkan malam yang lain, alangkah mulia kebaikannya, dan alangkah melimpahnya keberkahan di malam tersebut. Malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yang setara dengan 83 tahun dari umur seseorang. Waktu 83 tahun adalah waktu yang lama seandainya seorang muslim menghabiskan waktu tersebut dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, namun (beribadah pada) malam Al-Qadr lebih baik daripada hal tersebut, inilah (keuntungan) bagi mereka yang menggapai keutamaan dan karunia pada malam tersebut. Mujahid rahimahullah mengatakan, “(Keutamaan) Lailatul Qadr lebih baik daripada keutamaan seribu bulan yang di dalamnya tidak terdapat Lailatul Qadr.” Perkataan serupa diucapkan oleh Qatadah, Asy Syafi’i dan selainnya. Pada malam yang mulia ini, para malaikat akan lebih banyak turun ke dunia dikarenakan melimpahnya berkah pada malam tersebut, karena malaikat akan turun seiring turunnya berkah, yaitu keselamatan (yang ditebarkan) hingga terbitnya fajar, seluruh kebaikan terkandung dalam malam tersebut, tidak ada keburukan hingga terbitnya fajar. Pada malam ini, segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan, adapun penentuan takdir secara umum yang tercantum dalam Lauhul Mahfuzh, maka hal tersebut telah tercatat sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
|
|
Read more...
|
|
|
Experience
|
|
Written by yhadee
|
|
Saturday, 13 September 2008 |
|
Sudah pernah ke Masjidil Haram belum?? kalo sudah saya ucapkan "Selamat" dan "Alhamdulillah", berarti anda telah diberi kenikmatan yang begitu agung, anugerah terindah yang tidak semua orang bisa memperolehnya, bagi anda yang belum semoga suatu sa'at bisa juga menginjakkan kaki dan bertamu ke masjid yang paling mulia ini, seperti pengalaman yang pernah saya alami dulu, sa'at pertama kali datang menjumpai masjid yang satu ini, jantung berdebar seakan hendak menemui sang kekasih hati, sejauh kaki melangkah mulut tak henti-hentinya berucap takbir, tahmid dan kalimat syukur yang tak terhingga nilainya, air mata bahagia tak terasa menetes sa'at pendangan pertama, "SubhanAllah alangkah agung rumah-Mu ini, laksana surga yang berdinding permata, sungguh tak terbalas nikmat ini seandainya aku ingkar terhadap-MU".
Memasuki bulan suci Ramadhan biasanya kota mekkah menjadi pusat serbuan umat muslim dari seluruh penjuru dunia, asia, eropa, amerika, afrika dan negara dari benua lainnya yang datang dalam menyambut bulan yang suci ini, Rosulallah saw bersabda : فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ "Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji" (HR Bukhari)
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 24 |