|
|
Event
|
|
Written by yhadee
|
|
Monday, 22 September 2008 |
|
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلامٌ هِيَ حَتَّىمَطْلَعِ الْفَجْرِ “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5) Alangkah agungnya (kedudukan) malam tersebut dibandingkan malam yang lain, alangkah mulia kebaikannya, dan alangkah melimpahnya keberkahan di malam tersebut. Malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan yang setara dengan 83 tahun dari umur seseorang. Waktu 83 tahun adalah waktu yang lama seandainya seorang muslim menghabiskan waktu tersebut dalam ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, namun (beribadah pada) malam Al-Qadr lebih baik daripada hal tersebut, inilah (keuntungan) bagi mereka yang menggapai keutamaan dan karunia pada malam tersebut. Mujahid rahimahullah mengatakan, “(Keutamaan) Lailatul Qadr lebih baik daripada keutamaan seribu bulan yang di dalamnya tidak terdapat Lailatul Qadr.” Perkataan serupa diucapkan oleh Qatadah, Asy Syafi’i dan selainnya. Pada malam yang mulia ini, para malaikat akan lebih banyak turun ke dunia dikarenakan melimpahnya berkah pada malam tersebut, karena malaikat akan turun seiring turunnya berkah, yaitu keselamatan (yang ditebarkan) hingga terbitnya fajar, seluruh kebaikan terkandung dalam malam tersebut, tidak ada keburukan hingga terbitnya fajar. Pada malam ini, segala urusan yang penuh hikmah dirinci, maksudnya segala kejadian selama setahun ke depan ditentukan dengan izin Allah yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Penentuan takdir pada malam tersebut adalah penentuan takdir tahunan, adapun penentuan takdir secara umum yang tercantum dalam Lauhul Mahfuzh, maka hal tersebut telah tercatat sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
|
|
Read more...
|
|
Event
|
|
Written by yhadee
|
|
Friday, 29 August 2008 |
|
Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu 'al-Rayan' yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa", ditanyakan (oleh pintu tersebut) : 'Di manakah orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut, setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya" (HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa'd).
Dalam hadis tersebut Nabi Saw menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah, atas keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa-dengan menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu dengan sekuat tenaga, maka Allah mengistimewakan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama "Al-Rayyan". Kata ini berasal dari bentuk infinitif al-ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah. Nama ini sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum dan dahaga inilah yang lebih dominan dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibanding rasa lapar. Zain Ibnu al-Munir mengatakan: "Rasulullah mengatakan pintu al-Rayyan ada 'di dalam surga' bukan mengatakan 'bagi surga/pintu surga', agar orang-orang merasa bahwa dalam pintu tersebut terdapat kenikmatan dan kenyamanan surgawi (kenikmatan di dalam kenikmatan). Maka hal ini akan menambah keinginan dan kerinduan kepadanya." Hadis di atas diriwayatkan juga oleh al-Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah, dari Sa' id Ibn Abdurrahman, dan yang lainnya dan dalam riwayat ini terdapat tambahan : "Barangsiapa yang memasukinya (memasuki pintu al-Rayyan), maka akan meminum darinya dan barangsiapa meminum darinya, maka tak akan dahaga selamanya". Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, Sang Pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa, juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis : "Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya". Pahala dan balasan Allah bagi orang-orang yang berpuasa adalah penuh, besar, dan tiada terhitung, ada pun masuknya orang-orang yang berpuasa melalui pintu al-Rayyan ini merupakan tambahan pahala dan penghormatan semata. Benar, surga mempunyai banyak pintu, di antaranya pintu bagi orang-orang yang taat menjalankan salat, pintu bagi orang-orang yang giat berjihad, pintu bagi orang-orang yang ikhlas berpuasa-yaitu al-Rayyan sebagaimana telah kita bicarakan, dan di antaranya ada pintu khusus bagi orang-orang yang suka bersedekah.
|
|
Read more...
|
|
|
Event
|
|
Written by yhadee
|
|
Wednesday, 06 August 2008 |
|
"Putuskan Segera!!!",, kalimat ini yang belakangan sering mengganggu fikiran saya, antara memutuskan sebuah kebijakan yang harus segera saya ambil mengingat waktu dan usia yang semakin bertambah, menyadari betapa singkat dan fananya hidup didunia yang tidak akan lama saya hidup didalamnya, masalah dan beban hidup adalah sebuah kehendak yang harus saya syukuri dan bukan untuk disesali, mencoba bertahan dalam ujian yang selalu saja membuat iman saya ini melemah, ingkar dan mengeluh dengan alasan yang kadang sering bertentangan, tetap bersyukur memang tidak semudah yang dikatakan, "kenapa Kau beri aku coba'an seberat ini?", kalimat itu yang kadang terucap dari hati ketika hidup sedang dirasa penat, menyalahkan kehendak tuhan seakan mengikis keimanan yang ada dalam hati, otak dan jantung serasa tak seimbang lagi untuk berdetak dan berfikir, kenapa? dan mengapa?.
Ramadhan akan segera datang dan ada beberapa point penting dan berharga yang harus segera saya laksanakan sebelum terlambat dan menyesali semua yang mungkin harus terlewatkan percuma, dengan izin Allah dan dengan niat baik yang sedang saya rencanakan dibulan suci mendatang mudah-mudahan menjadikan pintu awal menuju kehidupan yang lebih bersih, lebih mengarah kepada kecintaan saya akan Allah dan mewujudkan budi bakti untuk ibu dan bapak yang telah membesarkan saya, lima point penting yang ingin segera saya putuskan sesegera mungkin adalah :
|
|
Read more...
|
|
|